Subscribe:

Ads 468x60px

13 Jan 2012

Maskapai yang Membuka Rute Langsung ke Manado Dapat Insentiif

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bakal memberi insentif bagi maskapai yang membuka jalur penerbangan langsung ke Manado. Hal ini untuk mendukung Manado sebagai tujuan wisata Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MICE). 

"Kita terus upayakan kemudahan konektivitas ke Manado, terutama penerbangan langsung yang tidak perlu ke Jakarta," kata Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang, di sela-sela acara Travel Exhibition (Travex) di Manado, Jumat, (13/1). 



Dikatakan Sarundajang, pihaknya akan menanyakan kembali alasan maskapai asal Malaysia, yakni Air Asia, yang menghentikan rute penerbangan Kuala Lumpur ke Manado beberapa waktu lalu. 

Maskapai Penerbangan Siap Sukseskan MTQ Nasional di Ambon

Kota Ambon, Maluku akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXIV pada Juni 2012. Sejumlah maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Internasional Pattimura siap menyukseskan perhelatan akbar itu.

Kadis Perhubungan Maluku, Udjir Halid, mengatakan,pihaknya telah berkoordinasi dengan maspakai penerbangan dan PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Pattimura. Maspakai penerbangan yang dikoordinasikan adalah Garuda Indonesia, Lion Air, Batavia Air dan Sriwijaya Air.

General Manager masing-masing maspakai penerbangan pada prinsipnya siap mensukseskan MTQ yang diperkirakan dihadiri ribuan orang dari 32 provinsi. "Ada permintaan agar kedatangan para kafilah maupun penggembira dari 32 provinsi ini memperhatikan waktu liburan para siswa yang biasanya jumlah penumpangnya melonjak," ujar Udjir.

9 Jan 2012

Jadwal Penerbangan Maskapai Nasional Berubah Mulai April 2012

Mulai dari April 2012 dipastikan jadwal penerbangan maskapai nasional, baik untuk rute domestik maupun internasional, akan berubah. Perubahan itu berdasarkan jadwal yang dihasilkan oleh Indonesia Slot Coordinator (IDSC) yang sudah dikerjakan sejak Desember 2011.
Menurut Plt Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmojo, perubahan jadwal penerbangan itu mengikuti yang sudah ada di internasional. “Secara internasional, jadwal penerbangan dibagi dua, yaitu summer (April-September) dan winter (Oktober-Maret). Kita harus menyesuaikan baik untuk yang rute internasional maupun domestik supaya penerbangan bisa nyambung dengan mudah,” ujar Joko, di Jakarta, Senin (9/1/2012).
Selain menyesuaikan dengan penerbangan secara global, penetapan jadwal baru ini juga berdasarkan masukan dari maskapai dan pengelola bandara.

4 Jan 2012

Maskapai Berjadwal Kecil Diminta Merger

Peringatan bagi maskapai-maskapai berjadwal yang mengalami kesulitan finansial. Pemerintah tidak akan segan-segan menurunkan statusnya dari maskapai berjadwal menjadi maskapai tidak berjadwal, bila dalam waktu yang ditentukan tidak bisa mengembangkan usahanya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Singayudha Gumay mengatakan, UU No 1 Tahun 2009 akan diimplementasikan secara utuh pada pekan depan, salah satunya adalah mengenai operasi minimal 10 unit pesawat oleh maskapai.

Dalam aturan tersebut disebutkan, maskapai berjadwal harus mengoperasikan sebanyak 10 unit pesawat dan lima di antaranya harus berstatus hak milik.

Batavia Air jadi Maskapai Pertama Membayar Denda Keterlambatan Penerbangan

Batavia Air menjadi maskapai pertama yang terkena pemberlakuan denda keterlambatan yang diatur oleh Kementerian Perhubungan. Denda yang dijatuhkan kepada maskapai tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 77 Tahun 2011 jo Nomor 92 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara adalah sebanyak Rp 42 juta.

Seharusnya Pesawat Batavia yang bernomor Y6374 mengangkut para penumpang dari Palangkaraya menuju Surabaya pada pukul 16.35 waktu setempat, namun maskapai tersebut mengalami keterlambatan selama 4 jam."Alasannya masalah operasional," ujar Manager Humas Batavia Air, Elly Simanjuntak, dalam pesan singkatnya, Selasa 3 Januari 2012.

Akibat keterlambatan tersebut, Batavia memberikan kompensasi berupa voucher senilai Rp 300.000 kepada seluruh penumpang yang terdiri dari 136 penumpang dewasa, 4 penumpang anak, dan 4 bayi."Selain itu penumpang juga tetap diterbangkan dengan pesawat Batavia," jelasnya.